ODE KAMPUNG TIGA


ODE KAMPUNG #3: TEMU KOMUNITAS LITERASI SE-INDONESIA
August 23, 2008, 4:57 am
Filed under: NgariunG | Tags:

Dukung Gerakan Komunitas Literasi Lokal”

Setelah Ode Kampung #1 dilaksanakan pada bulan Februari 2006 dengan tema “Temu Sastrawan se-Indonesia, dan Ode Kampung #2 pada bulan Juli 2007 dengan tema “Temu Komunitas Sastra se-Indonesia” yang cukup menghebohkan konstelasi kesusastraan Indonesia, kini Rumah Dunia kembali menyelenggarakan hajat tahunan ini. Namun Ode Kampung #3 yang akan dilaksanakan pada 7-10 November 2008 ini lebih memfokuskan pada kegiatan literasi di Indonesia.

Penyebaran komunitas literasi di Indonesia memang menggairahkan. Dari data Depdiknas yang kami baca, terdapat kurang lebih 5000 komunitas literasi (baca: Taman Bacaan masyarakat) yang tersebar di pelbagai pelosok Nusantara. Sayangnya dari sekian jumlah itu, nampaknya belum terjalin komunikasi dan jejaring yang erat, sehingga terkesan komunitas literasi yang terserak itu berjalan sendiri-sendiri.

Dengan tema “Dukung Gerakan Komunitas Literasi Lokal” Ode Kampung #3 ingin mengedepankan silaturahmi yang unik, mendedahkan segala bentuk kegelisahan yang dibuat secair mungkin. Kesederhanaan masih diusung dalam kegiatan ini. Para peserta yang biasanya mencapai 300-400 orang kami “simpan” di rumah warga. Mereka membayar 20.000/ perhari. Selain untuk pemberdayaan warga di sekeliling Rumah Dunia, juga untuk mendekatkan kepada peserta terhadap masyarakat yang kita bidik selama ini.

Selain menuguhkan kesenian seperti tarian, film dokumenter, teatrikal dan nyanyian, rancangan Ode Kampung #3 akan difokuskan pada tema-tema diskusi sebagai berikut:

DISKUSI 1:   “DINAMIKA MEMBUDAYAKAN KETERBACAAN DALAM RUANG LINGKUP SOSIAL-KEMASYARAKATAN”
Pembicara:
Dr. Imam B. Prasodjo (Sosiolog)
Prof. Dr. Yoyo Mulyana (Penasehat Rumah Dunia)
Kiswanti (Praktisi TBM)

DISKUSI 2: “KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENDUKUNG KOMUNITAS LITERASI”
Pembicara:
Direktur Pendidikan dan Kemasyarakatan, Depdiknas
Wien Muldian ( Pustakawan, aktivis literasi )
Angelina Sondakh (Anggota DPR)

DISKUSI 3: “PERANAN PENERBIT DALAM MENDUKUNG GERAKAN KOMUNITAS LITERASI”
Pembicara:
Hernowo (Mizan)
Niken (Grasindo)
Gramedia

DISKUSI 4: “KOMUNITAS LITERASI DAN PERAN SELEBRITIS”
Pembicara:
Yessi Gusman
Tantowi Yahya (Duta Baca)
Dik Doank (Kandang Jurank)

DISKUSI 5: MEMBANGUN JARINGAN ANTARKOMUNITAS
Pembicara:
Virgina (KKS Melati)
Sekar (Forum Indonesia Membaca)
Ir. Zulkarnaen (PP Forum TBM)

DISKUSI 6: “CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DALAM MENDUKUNG GERAKAN KOMUNITAS LITERASI”
Pembicara:
Ariful Amir (Nurani Dunia)
Sisca (XL Care)
Deasy Yasmin ( Rumah Baca)

DISKUSI 7: “PENULIS DALAM MEMBANGUN GERAKAN SOSIAL)”
Pembicara:
Gola Gong (Rumah Dunia)
Asma Nadia (Rumah Cahaya)
Habiburahman El Shirazy (Pesantren Basmala)
Andrea Hirata (Laskar Pelangi)

Kegiatan lain Ode Kampung #3 adalah KLINIK LITERASI yaitu sebuah kegiatan saling tukar informasi mengenai pengelolaan Komunitas Literasi/ TBM. Selain itu akan dihadirkan pula narasumber yang memiliki kiprah dan kapasitas yang mumpuni seperti Agus (TBM Arjasari, Bandung), Sumanto (Jogjakarta) , Gola Gong (Banten)

Selain itu ada menu tambahan yaitu “SUMBANG BUKU UNTUK INDONESIA”. Ode Kampung akan menggalang buku-buku dari gudang para penerbit maupun komunitas atau individu yang hendak berbagi. Buku-buku tersebut akan dibagikan kepada para komunitas literasi yang hadir pada acara ini.

Rancangan Ode Kampung #3 sangat fleksibel. Untuk itu kami berharap agar teman-teman lain bisa memberi masukan kira-kira tema apa yang menarik untuk didiskusikan dan ide brilian lainnya sehingga kegiatan ini menjadi milik bersama.

Bagi Komunitas Literasi dan relawan literasi yang hendak ikut dalam kegiatan ini, dibuka pendaftaran ke: odekampungtiga@gmail.com. Setiap perubahan dan informasi mengenai kegiatan ini akan terus menerus dipublikasikan di blog ini. **


8 Comments so far
Leave a comment

salam, kutuplak, kutuplak, kutuplak, bungkuuuuuuuuuuuuus sssssssssss mang firman,
Insya Allah siap untuk datang di ODE KAMPUNG 3.

Saqib bener, mesti ada bedah buku atau diskusi buku, atau ketemu pengarang, atau apa saja namanya yang penting ada pengarangnya, ada bukunya, ada yang mendengarkan, ada yang membahas. Waktunya mending di luar jam acara utama.
Semacam duduk santai, mendapatkan sesuatu gitu. Jadi bisa saja dalam waktu yang sama setelah diskusi utama, ada beberapa kelompok yang membahas buku. Asik kan. dalam satu sesi ada  bisa ada beberapa kelompok KECiL yang membahas buku tertentu. Peminat bisa memilih mana yang dia ingin ikuti. Jadi kalau jam 10 malam (pan biasana tara sarare nya!!!) sampai jam 11.30 malam jadi asik dan rineh. Santaiiiiiiiiiiii. tapi aya nu dipetik boh elmuna boh pangalamanana.

Mun aya bajigur, ngabajigur, mun aya beuleum sapeu nya beuleum sampeu. Keun weh da ai kopi, teh, cipanas mah pasti di sadiakun ku Bu Nitia (ulah Pa Nitia wae nya!). Klo semalem bisa lima buku dibahas, pasti lima poe aya dua puluh nu dibahas. (atau mungkin lebih banyak). Karya GG nu Himalaya alus dibahas, nu Andrea Lasykar

Pelangi oge sisk asik asik, atawa oge Benderanya kang Radik Toto S. N Manusia n Tanahnya Aradea. Diskusi-diskusi kecil  tapi intensitas tinggi biasanya  lebih MENGHUNJAM, MENUKIK, MENGGEDOR, MENGINSPIRASI DLL. DSB. DST. ketimbang diskusi  besar (banyak sekali peserta). Kitu meureun, usul aja deh Bu Nitia. Tq!

salam,
Wawan Husin

Comment by odetiga

resep mun kang wawan ngomong mah. okelah bu nitia siap kerja. ketua pelaksanaa kang ibnu, baru pulang dr leiden tah.loba elmuna. kumaha kang ibnu? sok ah

FV

Comment by odetiga

kedengarannya seh asyik. semoga para selebriti itu memang mau ngomong en ngomongnya datang dari hate.
salam,

hhd.

Comment by odetiga

sukses sebelumnya untuk para penyelenggara Ode Kampung 3…,kumaha mun tema2 yg rencana disajikan bisa juga diterima untuk teman2 yg masih awam…anu nyantai kitu,nu pentingmah target bisa tercpai setelah acara,,,jadi teu sekedar ceremony hungkul.

Comment by Setiadji Nugroho. A

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DALAM MENDUKUNG GERAKAN KOMUNITAS LITERASI” ..seperti iyeu..khan rada2 puyeung tach macana mun teu paham mah…intinamah perusahaan2 itu kudu ngaluarkeun dana untuk kemajuan pendidikan lewat sumbangan2 bukuna atawa nu lain nu bisa menunjang pendidikan….kudu ikut bertanggung jawablah…(……sambil promosi produk perushaan..ujung2na..alkasi biaya marketing/sales..hehehehheh)

Comment by Setiadji Nugroho. A

Ode kampung sudah seri tiga?
apa yang didapat?
Cuma umbar omongan ..
Ini bukan kerja nyata..
Berhenti membadut!
ambil pacul, tarik kerbau..
Bajak sawahmu!
jangan hanya tidur di atas kertas lecek hanya dimainkan oleh kata-kata kosong!

Comment by Juragan

Semua berawal dari kata-kata juragan!
Seperti Tuhan mewahyukan agama juga dengan kata.
Membadut, ya juragan yang sedang membadut. Lantang berteriak, mengacalah pada air didulang!
Apa yang juragan “badut” lakukan sebagai kerjan nyata hah?

Comment by damar

Perkenalkan, kami dari IACI, perkumpulan yang baru 8 bulan berdiri, yang memberi perhatian kepada perlindungan dan pengembangan budaya nusantara.

Kami tertarik untuk mengikuti ode kampung 3 karena ada kedekatan suasana ‘tertekan’ oleh ‘angin’ liberalisme, globalisme dan kapitalisme.

IACI bergerak dengan berbasis ‘Perpustakaan Digital (terbuka) Budaya Nusantara’ yang dapat diakses pada http://www.budaya-indonesia.org

Kami akan hadir di Ode Kampung 3.

Thx.

Comment by deni




Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>